A Quiet Opening
Sore itu tidak ada pengumuman resmi atau undangan terbuka. Kalau tidak saling kenal, mungkin tidak akan tahu ada sesuatu yang baru dirayakan kalau di atas tanah milik Indra Boy, yang terpisah beberapa rumah dari tempat usahanya bernama Sakoffie - lapang bekas rumah yang biasanya dijadikan lahan parkir ini akhirnya diseluncuri skateboard dari berbagai usia. Didukung oleh Indra Saefur dari UH! dan disulap oleh Lucky Widiantara/ Lucas and Sons.
Skalanya tidak besar. Tapi proporsinya lumayan matang. Transisi dan sudutnya dibuat dengan niat yang jelas, cukup menantang, mengajak kami untuk naik kelas dan membuat kami ingin terus mencoba dan menaklukan.
Yang datang sore itu bukan kerumunan. Lebih tepatnya lingkaran. Orang-orang yang memang sudah ada di sekitarnya sejak awal. Di skateboard, ruang tidak selalu diumumkan untuk semua orang sekaligus. Ada etika yang berjalan tanpa perlu dijelaskan. Bukan soal eksklusif, tapi soal menjaga ritme dan rasa tempat itu sendiri.
Sesi berlangsung ringan, nyaris tanpa struktur. Beberapa langsung mencari line. Sebagian duduk memperhatikan, membaca karakter beton yang masih baru. Semua berlangsung sambil menunggu waktu berbuka. Tidak ada seremoni pembuka. Tidak ada momen simbolis yang diada-adakan, karena yang membuatnya berarti bukan peresmiannya, melainkan kemungkinan yang akan tumbuh setelahnya.
Menjelang maghrib, sesi pelan-pelan berhenti dengan sendirinya, karena jam mendekati waktunya untuk berbuka puasa. Papan disimpan, sebagian dari kami ada yang berpindah tempat, ada juga yang menetap sampai malam.

